Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika <p><strong>Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia</strong> in the form of research and can be accessed openly. This journal is published once a month by Publikasi Indonesia. </p> <p><strong>Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia</strong> provides a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be empirically examined. This journal publishes research articles covering multidisciplinary sciences, which include: Humanities and social sciences, Engineering, Health, Law, and medical sciences.<br />Journal has become a member of Crossref (Prefix: 10.36418) with Online ISSN <strong><a title="e ISSN" href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1610933445" target="_blank" rel="noopener">2774-6534</a></strong> and Print ISSN <strong><a title="ISSN" href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1610603508">2774-6291</a></strong></p> en-US cerdikapublikasiindonesia@gmail.com (Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia) abisurya74@gmial.com (Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia) Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pemanfaatan Dana Desa terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kampung Yaturaharja Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom Provinsi Papua https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3794 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pemanfaatan Dana Desa Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kampung Yaturaharja Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom dalam perspektif sosiologi pembangunan. Fokus penelitian mencakup implementasi program Dana Desa, dampak ekonomi dan sosial, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari aparat kampung, tokoh masyarakat, dan warga penerima pemanfaatan program Dana Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Desa memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja sementara, peningkatan pelayanan sosial, dan program pemberdayaan masyarakat. Namun Pemanfaatan tersebut belum merata karena dipengaruhi oleh struktur sosial, kapasitas kelembagaan, serta tingkat partisipasi masyarakat. Dalam perspektif sosiologi, Dana Desa berfungsi sebagai instrumen transformasi sosial yang mendorong perubahan pola ekonomi, relasi sosial, dan tingkat kemandirian masyarakat. Faktor pendukung utama adalah modal sosial berupa gotong royong dan solidaritas komunitas, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kondisi geografis, dan potensi kecemburuan sosial. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan transparansi, partisipasi inklusif, serta penguatan kapasitas aparatur kampung agar Pemanfaatan Dana Desa dapat dirasakan secara lebih merata dan berkelanjutan.</p> Niel Hiktaop, Ferry R.P.P. Sitorus , Albertina Nasri Lobo Copyright (c) 2026 Niel Hiktaop, Ferry R.P.P. Sitorus , Albertina Nasri Lobo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3794 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Dampak Mengonsumsi Minuman Beralkohol pada Kalangan Remaja (Studi Kasus pada Sekolah Menengah SMA Negeri 1 Plus KPG Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire) https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3799 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak konsumsi minuman beralkohol terhadap remaja di SMA Negeri 1 Plus KPG Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, yang meliputi dampak sosial, psikologis, dan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian berjumlah 19 orang, terdiri atas 10 peserta didik, 5 orang tua, 3 tokoh masyarakat, dan 1 guru Bimbingan dan Konseling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman beralkohol menimbulkan dampak sosial berupa kenakalan remaja, perkelahian, keributan, perilaku agresif, pelanggaran tata tertib, serta konflik dengan teman, orang tua, guru, dan masyarakat. Dampak psikologis terlihat dari emosi yang tidak stabil, mudah marah, mudah tersinggung, sulit menerima nasihat, tindakan impulsif, dan lemahnya kontrol diri dalam menolak ajakan teman maupun mempertimbangkan akibat perbuatannya. Dampak akademik ditunjukkan melalui keterlambatan, ketidakhadiran, membolos, rendahnya konsentrasi dan motivasi belajar, keterlambatan penyelesaian tugas, ketertinggalan materi, serta penurunan hasil belajar. Temuan tersebut menunjukkan bahwa dampak sosial, psikologis, dan akademik saling berhubungan dan dapat semakin memperburuk perkembangan remaja. Secara teoretis, temuan ini memperkuat Teori Kontrol Sosial bahwa lemahnya keterikatan, komitmen, keterlibatan, dan kepercayaan terhadap norma meningkatkan risiko perilaku menyimpang, sekaligus menunjukkan kuatnya pengaruh interaksi dan pembelajaran sosial dalam kelompok sebaya di lingkungan kehidupan remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan konsumsi minuman beralkohol pada remaja memerlukan kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah melalui pembinaan, konseling, pengawasan, pendidikan bahaya alkohol, penyediaan kegiatan positif, serta pengendalian peredaran minuman beralkohol.</p> Anthon Tabuni, Ferry R.P.P Sitorus, Alberthina Nasri lobo Copyright (c) 2026 Anthon Tabuni, Ferry R.P.P Sitorus, Alberthina Nasri lobo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3799 Mon, 14 Sep 2026 00:00:00 +0000 Implementasi Elektronik Manajemen Penyidikan dalam Optimalisasi Penyidikan Tindak Pidana oleh Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Kalimantan Timur https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3818 <p>Penelitian ini membahas implementasi Elektronik Manajemen Penyidikan dalam mengoptimalkan proses penyidikan tindak pidana oleh Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Kalimantan Timur. Di era digital saat ini, teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyidikan, terutama dalam pengumpulan, analisis, dan pengamanan bukti digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi untuk menggali bagaimana perangkat digital serta perangkat lunak forensik diintegrasikan ke dalam aktivitas penyidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Elektronik Manajemen Penyidikan, seperti komputer berperforma tinggi, tablet dan smartphone khusus, serta peralatan forensik digital, secara signifikan mempercepat proses investigasi dan meningkatkan akurasi pengumpulan bukti. Namun, adopsi teknologi tersebut lebih banyak dipelopori oleh inisiatif individu penyidik daripada kebijakan institusional formal, menandakan perlunya penguatan budaya organisasi dan kebijakan yang mendukung. Selain itu, pelatihan berkelanjutan dan manajemen teknologi menjadi faktor kunci untuk memastikan pemanfaatan optimal perangkat digital. Studi ini menyimpulkan bahwa Elektronik Manajemen Penyidikan memberikan kontribusi penting dalam peningkatan kualitas penyidikan tindak pidana dan merekomendasikan pengembangan kebijakan institusional yang sistematis serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan kejahatan di era digital.</p> Fabiola Umaida, Septi Ariadi , Prawitra Thalib Copyright (c) 2026 Fabiola Umaida, Septi Ariadi , Prawitra Thalib https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3818 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pertanggungjawaban Pidana Penegak Hukum dalam Kasus Salah Tangkap Berdasarkan Prinsip Kesamaan di Mata Hukum https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3829 <p>Salah tangkap oleh aparat penegak hukum merupakan penyimpangan prosedural yang merugikan korban secara fisik, psikis, sosial, dan hukum, serta menciderai prinsip keadilan. Padahal, KUHAP telah mengatur syarat penangkapan yang sah, yakni adanya bukti permulaan cukup dan prosedur yang sesuai. Ketika aparat melakukan salah tangkap, pertanggungjawaban pidana menjadi isu krusial berdasarkan prinsip <em>equality before the law</em>. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana aparat dan penerapan prinsip persamaan di hadapan hukum dalam kasus salah tangkap. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum terdiri atas UUD 1945, KUHAP, KUHP, buku, jurnal, dan putusan pengadilan. Analisis dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aparat dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila perbuatannya memenuhi unsur tindak pidana, baik karena kesengajaan maupun kelalaian yang mengakibatkan hilangnya kemerdekaan seseorang secara melawan hukum. Namun dalam praktik, penerapan <em>equality before the law</em> masih terhambat oleh impunitas institusional, lemahnya pengawasan, dan kecenderungan penyelesaian pelanggaran aparat melalui sanksi etik, bukan melalui proses pidana. Kesimpulannya, pertanggungjawaban pidana aparat penting untuk melindungi hak korban, mencegah penyalahgunaan wewenang, dan mewujudkan penegakan hukum yang adil serta profesional. Diperlukan penguatan regulasi, pengawasan independen, dan reformasi institusional agar prinsip persamaan di hadapan hukum benar-benar terwujud.</p> Ferdy Irawan, Maryano, Kristiawanto Copyright (c) 2026 Ferdy Irawan, Maryano, Kristiawanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3829 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Analisis Kesiapan Sekolah dalam Mengadopsi Teknologi Pembelajaran Adaptif: Perspektif Guru https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3860 <p>Transformasi digital pendidikan ditandai oleh kemunculan teknologi pembelajaran adaptif (adaptive learning technology) berbasis kecerdasan buatan yang menjanjikan personalisasi proses belajar. Keberhasilan adopsi di sekolah menengah atas tidak ditentukan semata oleh kecanggihan sistem, melainkan sangat bergantung pada kesiapan ekosistem sekolah dengan guru sebagai aktor utama penjembatani teknologi dan praktik kelas. Artikel ini menganalisis kesiapan sekolah dalam mengadopsi teknologi pembelajaran adaptif dari perspektif guru melalui systematic literature review berpedukan protokol PRISMA 2020 terhadap tiga basis data ditambah grey literature dan forward citation tracking, dengan asesmen risiko bias menggunakan instrumen JBI. Hasil sintesis menunjukkan kesiapan sekolah dapat dipetakan ke dalam lima dimensi utama, yaitu infrastruktur teknologi dan sumber daya, kompetensi dan literasi digital guru, sikap serta penerimaan psikologis guru, kepemimpinan dan dukungan kelembagaan, serta kesiapan pedagogis dalam pembelajaran berdiferensiasi. Kelima dimensi diintegrasikan ke dalam Model Konseptual Tiga Lapis dengan Ethical-Permeating Layer yang mengangkat Intelligent-TPACK Çelik sebagai kerangka etis pemersatu, sehingga menghasilkan posisi diferensial terhadap kerangka readiness global seperti UNESCO ICT-CFT dan UNESCO AI Competency Framework for Teachers 2024. Implikasi praktis disusun berdasarkan lima domain kerangka UNESCO tersebut dengan memperhatikan tiga generasi ALT, Explainable AI, dan strategi komunitas belajar profesional tematik AI.</p> Himam Nur Wahidin, Wiji, Wahyu Arohman H, M. Ali Basroh, Retno Wahyu Ningsih Copyright (c) 2026 Himam Nur Wahidin, Wiji, Wahyu Arohman H, M. Ali Basroh, Retno Wahyu Ningsih https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3860 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Kritik Epistemologis terhadap Psikologi Barat dalam Memahami Fase Paruh Baya: Perspektif Al-Kuhulah dalam Psikologi Islam sebagai Paradigma Alternatif https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3651 <p>Psikologi Barat telah mendominasi wacana akademik tentang perkembangan manusia selama lebih dari satu abad, termasuk dalam memahami fase paruh baya. Namun, dominasi ini tidak luput dari problem epistemologis yang mendasar karena dibangun di atas fondasi sekularisme yang secara sistematis mengabaikan dimensi spiritual manusia sebagai variabel penting dalam perkembangan. Penelitian ini bertujuan melakukan kritik epistemologis yang komprehensif terhadap teori-teori psikologi Barat dalam memahami fase paruh baya—khususnya konsep <em>midlife crisis</em> (Levinson, 1978; Jacques, 1965), teori <em>generativity vs. stagnation</em> (Erikson, 1963), dan konsep individuasi (Jung, 1933)—serta menawarkan kerangka <em>al-kuhulah</em> dalam psikologi Islam sebagai paradigma alternatif yang lebih komprehensif dan otentik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kritik epistemologis dan analisis komparatif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) konsep <em>midlife crisis</em> merupakan konstruk kultural yang bias Barat-sekuler, bukan fenomena universal; (2) teori Erikson, Levinson, dan Jung mengandung reduksionisme antropologis karena mengabaikan dimensi transenden manusia; (3) asumsi bahwa manusia dapat menemukan makna tanpa Allah mengandung kontradiksi internal yang tidak terselesaikan; dan (4) konsep <em>al-kuhulah</em> dalam Islam menawarkan paradigma yang secara epistemologis lebih utuh karena mengintegrasikan dimensi jasmani, rohani, aqliyah, dan ijtima'iyah dalam satu kerangka tauhidik yang koheren. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan psikologi Islam sebagai disiplin ilmu yang mandiri serta mendorong dekolonisasi kurikulum psikologi di lembaga pendidikan Islam Indonesia.</p> Eko Widjaja Copyright (c) 2026 Eko Widjaja https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3651 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Antara Pola Asuh Demokratis dengan Kemandirian pada Siswa SMA X di Pringsewu https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3782 <p>Kemandirian adalah kemampuan seseorang untuk mengambil langkah, membuat pilihan, serta memikul tanggung jawab atas tindakannya secara otonom tanpa bersandar pada orang lain. Pembentukan karakter ini sangat dipengaruhi oleh gaya pengasuhan demokratis, di mana orang tua menerapkan aturan yang relevan dengan perkembangan anak sekaligus memberikan kebebasan yang membangun untuk mencegah dampak pergaulan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara gaya pengasuhan demokratis orang tua dan tingkat kemandirian siswa di SMA X Pringsewu. Desain kuantitatif diterapkan dalam studi ini, yang melibatkan 116 partisipan dari sekolah tersebut yang dipilih melalui metode <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala psikologi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, yaitu Skala Pola Asuh Demokratis dan Skala Kemandirian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi <em>Pearson Product Moment</em> melalui perangkat lunak SPSS versi 25 <em>for Windows</em>. Temuan statistik memperlihatkan nilai koefisien r = 0,385 serta probabilitas p = 0,000 (p &lt; 0,01). Angka tersebut mengindikasikan keberadaan korelasi positif yang signifikan antara kedua variabel yang diuji. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan pola asuh demokratis, maka semakin tinggi pula kemandirian siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur perkembangan remaja dan menawarkan implikasi praktis bagi orang tua, guru, serta konselor sekolah dalam merancang intervensi untuk menumbuhkan kemandirian siswa. Korelasi ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan perkembangan kemandirian. Penerapan komunikasi terbuka, pemberian kesempatan mengambil keputusan, serta penghargaan terhadap pendapat siswa dapat mendukung terbentuknya sikap bertanggung jawab, percaya diri, dan mampu mengelola tindakan secara mandiri dalam kehidupan siswa.</p> Desta Yuliantika, Fixi Intansari Copyright (c) 2026 Desta Yuliantika, Fixi Intansari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3782 Mon, 07 Sep 2026 00:00:00 +0000 Partisipasi Masyarakat dalam Program Percepatan Penurunan Stunting di Kampung Yoka Distrik Heram Kota Jayapura https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3795 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya prevalensi stunting di Kota Jayapura, khususnya di Kampung Yoka, Distrik Heram, yang mengindikasikan bahwa keberhasilan Program Percepatan Penurunan Stunting tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi kondisi stunting di Kampung Yoka, bentuk partisipasi masyarakat dalam program percepatan penurunan stunting, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat partisipasi tersebut. Penelitian ini menggunakan teori partisipasi masyarakat dari Cohen dan Uphoff, Ndraha, serta tangga partisipasi Arnstein untuk menganalisis keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan program. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap sembilan informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas tenaga kesehatan, kader posyandu, ibu hamil, ibu balita, aparat kampung, dan penyuluh KB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stunting di Kampung Yoka dipengaruhi oleh faktor multidimensional, seperti rendahnya pengetahuan gizi, keterbatasan ekonomi, pola konsumsi tradisional, serta akses layanan kesehatan yang belum optimal. Partisipasi masyarakat terlihat dalam bentuk kehadiran pada kegiatan posyandu, penyuluhan gizi, gotong royong, dukungan tokoh adat dan agama, serta kerja sama dengan aparat kampung, meskipun tingkat keterlibatannya belum merata. Faktor pendukung partisipasi meliputi budaya gotong royong, dukungan tokoh masyarakat, ketersediaan pangan lokal, dan keberadaan program pemerintah, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya pengetahuan gizi, keterbatasan ekonomi, kebiasaan budaya tertentu, dan kesibukan masyarakat. Pembahasan menunjukkan bahwa modal sosial dan budaya lokal berperan strategis dalam memperkuat partisipasi masyarakat dan menentukan keberhasilan program percepatan penurunan stunting. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah dan pemangku kepentingan meningkatkan edukasi gizi berbasis budaya lokal, memperkuat peran posyandu dan kader, serta mendorong kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan dalam upaya percepatan penurunan stunting.</p> Alosius Karubaba, Avelinus Lefaan , Ferry R. P. P. Sitorus Copyright (c) 2026 Alosius Karubaba, Avelinus Lefaan , Ferry R. P. P. Sitorus https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3795 Tue, 08 Sep 2026 00:00:00 +0000 Perlindungan Data Pribadi sebagai Wujud Keadilan Bermartabat dalam Hukum Indonesia https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3800 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan data pribadi sebagai bentuk penghormatan terhadap martabat manusia berdasarkan teori keadilan bermartabat serta menilai kesesuaian Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi dengan nilai-nilai teori tersebut. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Populasi penelitian berupa seluruh bahan hukum yang berkaitan dengan perlindungan data pribadi dan teori keadilan bermartabat. Sampel bahan hukum ditentukan secara purposif, meliputi UUD 1945, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022, buku, dan artikel jurnal yang relevan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif dengan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan data pribadi merupakan bagian dari penghormatan terhadap identitas, kebebasan, kehormatan, dan martabat manusia. Secara normatif, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 telah mencerminkan keadilan bermartabat melalui pengakuan hak subjek data dan kewajiban pengendali data, tetapi penerapannya masih menghadapi persoalan pengawasan, persetujuan, penegakan hukum, dan pemulihan korban. Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan teori keadilan bermartabat sebagai ukuran terpadu melalui unsur kendali, transparansi, pertanggungjawaban, dan pemulihan. Temuan ini berimplikasi pada perlunya penguatan kelembagaan dan mekanisme perlindungan yang lebih manusiawi.</p> Clarisa Sondang Sibarani Copyright (c) 2026 Clarisa Sondang Sibarani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3800 Mon, 14 Sep 2026 00:00:00 +0000 Kewenangan Notaris dalam Membuat Akta Elektronik dengan Memanfaatkan Konsep Cyber Notary https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3819 <p>Perkembangan transaksi elektronik dan akselerasi transformasi digital di Indonesia telah mendorong kebutuhan terhadap pemanfaatan konsep cyber notary dalam pembuatan akta elektronik. Kebutuhan tersebut muncul karena aktivitas bisnis dan hubungan hukum masyarakat semakin menuntut pelayanan yang cepat, efisien, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Penjelasan Pasal 15 ayat (3) UUJN telah mengakui konsep cyber notary melalui kewenangan notaris untuk mensertifikasi transaksi elektronik, sedangkan Pasal 16 ayat (1) huruf m UUJN mensyaratkan kehadiran fisik para pihak dalam proses pembuatan akta. Ketidaksinkronan pengaturan tersebut menimbulkan kesenjangan norma yang berdampak pada ketidakpastian hukum mengenai kewenangan notaris dalam membuat akta elektronik dan implementasi konsep cyber notary di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan pluralisme hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan notaris dalam membuat akta elektronik melalui pemanfaatan konsep cyber notary telah memperoleh landasan normatif dalam Penjelasan Pasal 15 ayat (3) Undang-Undang Jabatan Notaris yang memberikan kewenangan kepada notaris untuk mensertifikasi transaksi elektronik. Namun, pengaturan tersebut belum memberikan kepastian hukum secara komprehensif mengenai mekanisme pembuatan akta elektronik karena ketentuan dalam Undang-Undang Jabatan Notaris masih menekankan kehadiran fisik para pihak, pembacaan akta secara langsung, dan penandatanganan konvensional sebagaimana diatur dalam Pasal 16 ayat (1) huruf m UUJN. Implementasi pengaturan konsep cyber notary merupakan bagian dari akselerasi transformasi digital di Indonesia dalam rangka mewujudkan pelayanan hukum yang efektif, efisien, dan modern. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain belum adanya pengaturan teknis yang komprehensif, keterbatasan infrastruktur teknologi, keamanan data elektronik, serta belum optimalnya harmonisasi antara UUJN dan UU ITE.</p> Umar Lebe Tuasikal, Merry Tjoanda , Novyta Uktolseja Copyright (c) 2026 Umar Lebe Tuasikal, Merry Tjoanda , Novyta Uktolseja https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3819 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Analisis dan Perancangan Prototipe Leafwind: Turbin Angin Fleksibel Berbentuk Daun sebagai Ikon Energi Bersih di Lingkungan Kampus ITPLN https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3852 <p>Peningkatan kebutuhan energi listrik dan emisi gas rumah kaca akibat dominasi bahan bakar fosil mendorong perlunya pemanfaatan energi baru terbarukan. Energi angin melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) menjadi salah satu potensi, tetapi penerapannya di lingkungan perkotaan dan kampus seperti Institut Teknologi PLN (ITPLN) menghadapi kendala aliran angin turbulen serta kecepatan angin rendah, yaitu 1,5–5 m/s, akibat hambatan bangunan. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji prototipe turbin angin mikro sumbu vertikal berbentuk pohon (wind tree) dengan bilah fleksibel (LeafWind) yang mampu merespons angin dari berbagai arah (omnidirectional). Metode penelitian meliputi analisis data angin, perancangan geometri, pembuatan prototipe, dan pengujian kinerja listrik secara langsung di area kampus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototipe mampu mempercepat putaran awal dari kondisi diam. Pada menit pertama, daya yang dihasilkan sebesar 0,0696 W dengan tegangan 0,312 V dan arus 0,223 A. Daya meningkat menjadi 1,44 W pada menit kedua dan mencapai kondisi stabil sebesar 1,92 W dengan tegangan 1,64 V dan arus 1,171 A pada menit ketiga hingga kelima. Selama pengujian lima menit, diperoleh daya rata-rata 1,454 W dan energi kumulatif 0,00012116 kWh. Dalam operasional satu jam, satu unit turbin menghasilkan energi 0,001454 kWh (1,454 Wh). Satu struktur wind tree berkapasitas 27 turbin diperkirakan menghasilkan 0,03926 kWh (39,26 Wh). Meskipun kapasitas tersebut belum mencukupi kebutuhan beban berat hingga 108 Wh, sistem ini diarahkan sebagai pembangkit mikro terdistribusi yang mengutamakan fungsi estetika, edukasi energi bersih, dan penyediaan daya untuk beban ringan seperti lampu penerangan kampus secara efektif dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan dalam mendukung program sustainable campus.</p> Muhammad Dzaky Al Fattah Nasution, Muhammad Rezah, Paul Demos Alexander, Glory Victoria Kirojan, Albert Gifson Hutajulu Copyright (c) 2026 Muhammad Dzaky Al Fattah Nasution, Muhammad Rezah, Paul Demos Alexander, Glory Victoria Kirojan, Albert Gifson Hutajulu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3852 Mon, 07 Sep 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Kebiasaan Sarapan dengan Indeks Massa Tubuh Pelajar SMK Negeri 44 Jakarta https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3861 <p>Meskipun sarapan menyediakan sumber energi dan zat-zat gizi yang penting bagi remaja, kebiasaan melewatkan sarapan mengalami peningkatan di kalangan remaja Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dengan indeks massa tubuh pada remaja. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan 381 pelajar SMK Negeri 44 Jakarta. Peserta dikategorikan berdasarkan frekuensi sarapan: setiap hari, kadang-kadang (4-6 kali/minggu), dan jarang/tidak pernah (1-3 kali/minggu). Pengukuran berat badan dan tinggi badan dilakukan untuk menentukan indeks massa tubuh. Uji korelasi Pearson digunakan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan sarapan dengan indeks massa tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17,1% siswa tergolong obesitas, dengan 57,2% siswa memiliki status gizi normal. Sebanyak 15% siswa yang jarang atau tidak pernah sarapan memiliki IMT &gt; 25 kg/m² (obesitas), sementara 49,7% siswa yang tidak pernah melewatkan sarapan memiliki indeks massa tubuh normal. Analisis statistik menunjukkan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan pada remaja memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan indeks massa tubuh (p &gt; 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat kecenderungan hubungan antara kebiasaan sarapan dan status gizi, faktor-faktor lain seperti aktivitas fisik, pola makan secara keseluruhan, dan metabolisme individu mungkin berperan lebih dominan dalam menentukan indeks massa tubuh pada populasi remaja.</p> Nur Asiah, Sri Wuryanti, Tuty Herawati Copyright (c) 2026 Nur Asiah, Sri Wuryanti, Tuty Herawati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3861 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Substitusi Tepung Biji Mangga terhadap Olahan Kue Pepe/Kue Lapis https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3460 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung biji mangga terhadap kualitas kue pepe/lapis, mencakup aspek keawetan, tekstur, rasa, dan daya terima konsumen. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan dua kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol (tepung tapioka 100%) dan kelompok perlakuan (substitusi tepung biji mangga 70%). Masing-masing kelompok terdiri dari 14 sampel (n=14). Pengumpulan data dilakukan melalui uji organoleptik melibatkan 30 panelis dan pengukuran tekstur menggunakan Texture Analyzer. Analisis data menggunakan uji t-test dua sampel independen pada taraf signifikansi ?=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung biji mangga berpengaruh signifikan terhadap kualitas kue pepe/lapis (p-value=0,0041 &lt; 0,05), dengan kelompok perlakuan memiliki rata-rata nilai lebih tinggi (3,936) dibandingkan kelompok kontrol (3,557). Substitusi tepung biji mangga terbukti memperpanjang keawetan kue melalui peningkatan ketahanan terhadap kerusakan mikrobiologis dan perlambatan penurunan kelembapan. Secara tekstural, substitusi menghasilkan perubahan kekompakan dan kekenyalan yang disukai sebagian panelis, meskipun mempengaruhi kelembutan kue. Dari segi rasa, substitusi memberikan cita rasa khas dengan skor penerimaan 3,8 dari 5,0, yang diterima baik oleh 73,3% panelis. Daya terima konsumen secara umum masih dalam batas dapat diterima. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan produk pangan inovatif berbasis limbah pertanian yang mendukung ekonomi sirkular dan keberlanjutan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan biji mangga sebagai bahan baku alternatif dalam industri kue tradisional.</p> Cindita Ginting, Indi Khoirunnisa Copyright (c) 2026 Cindita Ginting, Indi Khoirunnisa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3460 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Implementasi Restorative Justice terhadap Kepercayaan Masyarakat terhadap Polri: Studi di Polres Aceh Singkil https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3727 <p>Penelitian ini mengkaji pengaruh penerapan restorative justice terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di wilayah Polres Aceh Singkil. Restorative justice merupakan pendekatan penyelesaian perkara yang menitikberatkan pada pemulihan hubungan antara korban, pelaku, dan masyarakat melalui dialog dan musyawarah, bukan sekadar penegakan hukum secara konvensional. Studi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan restorative justice mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang selama ini menjadi tantangan utama dalam menjaga legitimasi dan citra institusi kepolisian. Metode penelitian yang digunakan adalah campuran (mixed methods), meliputi pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam dengan para pihak terkait seperti anggota polisi, korban, pelaku, dan masyarakat serta survei kuantitatif untuk mengukur persepsi dan tingkat kepercayaan masyarakat. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan antara penerapan restorative justice dan perubahan sikap masyarakat terhadap Polri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat. Masyarakat merasa lebih dilibatkan dalam proses penyelesaian kasus, merasa keadilan lebih terpenuhi secara subjektif, dan mampu melihat Polri sebagai institusi yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi kebijakan Polri dalam mengembangkan strategi pelayanan yang lebih humanis dan memperkuat hubungan dengan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan perluasan program restorative justice sebagai bagian integral dari sistem penegakan hukum di Polri guna meningkatkan kepercayaan dan legitimasi institusi kepolisian.</p> Muhammad Naufal Asyrof, Bambang Suheryadi , Prawitra Thalib Copyright (c) 2026 Muhammad Naufal Asyrof, Bambang Suheryadi , Prawitra Thalib https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3727 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Pengetahuan Kewirausahaan dan Media Sosial terhadap Keberhasilan Usaha Kuliner di Kelurahan Harapan Jaya https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3784 <p>Penelitian ini menganalisis dan menjelaskan pengaruh pengetahuan kewirausahaan, media sosial terhadap keberhasilan usaha pada pengusaha kuliner di Kelurahan Harapan Jaya Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan bersifat deskriptif dan verifikatif. Untuk bisa meneliti pengaruh tersebut digunakanlah rentang skala dan akan dilakukan analisis regresi linier berganda melalui SPSS 25. Dengan sumber data primer menggunakan kuisoner yang disebarkan kepada pemilik usaha kuliner di Kelurahan Harapan Jaya sebanyak 168 responden. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh parsial antara pengetahuan kewirausahaan dan media sosial terhadap keberhasilan usaha. Dan terdapat juga hubungan secara simultan antara variabel pengetahuan kewirausahaan dan media sosial terhadap keberhasilan usaha. Hasil dari variabel Pengetahuan Kewirausahaan (X1) rata-rata pemilik usaha memiliki pengetahuan mengenai kewirausahaan yang cukup baik. Akan tetapi perlu adanya evaluasi lebih lanjut. Hasil dari variabel media sosial (X2) rata-rata pemilik usaha menggunakan media sosial sebagai salah satu alat operasional. namun, perlu adanya evaluasi lebih lanjut karena tidak semua pemilik usaha mendapat banyak konsumen dari media sosial. Hasil dari variabel keberhasilan usaha (Y) menunjukan bahwa pemilik usaha di Kelurahan Harapan Jaya memiliki tingkat keberhasilan usaha yang cukup baik. Namun perlu adanya evaluasi karena tidak semua usaha berhasil karena citranya saja.</p> Rizqi Abdul Karim, Anwar Musadad Copyright (c) 2026 Rizqi Abdul Karim, Anwar Musadad https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3784 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Menuju Sekolah Mandiri: Studi Kasus Kepemimpinan Kepala SD dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di Wilayah Rajabasa Bandar Lampung https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3798 <p>Jurnal ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) pada Sekolah Dasar di Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung. Secara spesisfik penelitian ini menganalisis praktik-praktik utama kepemimpinan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis dampak implementasi tersebut terhadap tata kelola dan mutu pengelolaan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi (seperti RKS, RKAS, Visi-misi). Teknik analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan yang diuji keabsahannya melalui triangulasi dan member check. Lokus penelitian mencakup empat sekolah dengan karakteristik heterogen, dua sekolah negeri dan dua sekolah swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi MBS sangat ditentukan oleh model dan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah. Terdapat perbedaan signifikan dalam pola implementasi antara sekolah negeri dan sekolah swasta, diantaranya adalah mengenai : 1) Perencanaan dan pengambilan keputusan; 2) Pengelolaan uang dan sumber daya; 3) Pembinaan guru dan iklim organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepala sekolah merupakan aktor kunci penggerak perubahan dalam MBS. Aktor kunci yang mampu membuat sekolah dapat bertahan dan meningkatkan mutu, sehingga mampu bersaing ditengah era disrupsi dalam segala bidang. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan kepemimpinan yang responsif dan lebih efektif terhadap kebutuhan masyarakat.</p> Denny Harnova, Fatqul Hajar Aswad , Siswoyo , Tri Yuni Hendrowati Copyright (c) 2026 Denny Harnova, Fatqul Hajar Aswad , Siswoyo , Tri Yuni Hendrowati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3798 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Ketersediaan Produk dan Stabilitas Harga terhadap Kepuasan Konsumen Melalui Keputusan Pembelian pada Aplikasi PaDi UMKM sebagai Variabel Mediasi (Studi PT Irvansaputra Bina Energi) https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3816 <p>Dengan menggunakan pengguna aplikasi PaDi UMKM milik PT. Irvansaputra Bina Energi sebagai sampel, penelitian ini akan mengkaji hubungan antara ketersediaan produk dan stabilitas harga, kepuasan pelanggan, serta variabel mediasi berupa pilihan pembelian. Pendekatan kuantitatif dipergunakan didalam metode penelitian ini, yang melibatkan analisis SEM-PLS dengan SmartPLS 4. Sampel penelitian terdiri dari 100 orang yang menggunakan aplikasi PaDi UMKM untuk berbelanja di PT. Irvansaputra Bina Energi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya Ketersediaan Produk memengaruhi Keputusan Pembelian secara positif dan signifikan (T-statistik = 5,709, P = 0,000), sementara tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap Kepuasan Konsumen (T-statistik = 1,243, P = 0,214). Kepuasan konsumen dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh stabilitas harga (T-statistik 4,360, nilai P 0,000), tetapi keputusan pembelian tidak terpengaruh (T-statistik 1,951, nilai P 0,051). Selain itu, dengan nilai T sejumlah 1,002 dan nilai P sejumlah 0,316, Keputusan Pembelian tidak berperan sebagai variabel perantara dalam hubungan antara Ketersediaan Produk dan Stabilitas Harga terhadap Kepuasan Konsumen. Akibatnya, Keputusan Pembelian tidak secara signifikan memengaruhi Kepuasan Konsumen. Ketersediaan produk memiliki dampak yang lebih besar terhadap keputusan pembelian pengguna aplikasi PaDi UMKM, sedangkan stabilitas harga memiliki dampak yang lebih besar terhadap kepuasan konsumen.</p> Iha Farihatul Muzayyanah, Badawi , Puspa Dewi Yulianty Copyright (c) 2026 Iha Farihatul Muzayyanah, Badawi , Puspa Dewi Yulianty https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3816 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pemungutan Zakat Profesi ASN melalui BAZNAS: Antara Kebijakan dan Persetujuan https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3820 <p>Penelitian ini membahas pro dan kontra pengelolaan zakat profesi yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di kalangan ASN guru sebagai bagian dari praktik lembaga nonprofit di Indonesia. Fenomena ini muncul karena adanya kebijakan yang dilakukan oleh BAZNAS terkait pemotongan zakat profesi sebesar 2,5% dari penghasilan ASN di Jakarta yang dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan BAZNAS. Di sisi lain, kebijakan tersebut dianggap mampu meningkatkan efektivitas pengumpulan dana zakat dan menguatkan program sosial untuk para penerima zakat. Namun, kebijakan itu justru memicu munculnya kritik dari sebagian guru yang berstatus ASN di sekolah negeri yang menganggap potongan tersebut terkesan memaksa, kurang transparan sampai menambah beban ekonomi. Perdebatan ini menjadi penting untuk diteliti sebab berkaitan dengan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga nonprofit berbasis keagamaan seperti BAZNAS. Penelitian ini menggunakan Trust Theory dari Mayer, Davis, dan Schoorman untuk melihat seperti apa relasi kepercayaan yang terbentuk di tengah masyarakat terhadap suatu Lembaga. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan Stakeholder Theory dari Freeman untuk mengeksplorasi hubungan antara pemerintah daerah, BAZNAS, ASN guru juga masyarakat sebagai penerima manfaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sedangkan data penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap kebijakan pemotongan zakat profesi dari penghasilan ASN guru. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang dinamika zakat profesi di lingkungan ASN guru yang di kelola langsung oleh BAZNAS. Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya transparansi lembaga nonprofit, juga menjadi bahan evaluasi bagi BAZNAS sebagai lembaga nonprofit juga pemerintah yang menaunginya dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang dapat dipercaya masyarakat.</p> Anisa Rahayu, Eni Widyaningsih Copyright (c) 2026 Anisa Rahayu, Eni Widyaningsih https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3820 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 An Activity-Based Costing Approach to Calculate Unit Cost Under Dumping Area Relocation in Coal Mining Operations https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3857 <p>This study examines the unit cost of overburden removal under a planned dumping-area relocation in an open-pit coal mining operation. The study addresses a practical issue faced by PT XYZ, where the planned relocation of dumping activities is expected to alter haul distances and cycle times during the 2027–2029 planning period. In current practice, the cost implications of such changes are assessed primarily through aggregated budget figures and truck requirement estimates. Although these indicators are useful for high-level planning, they provide limited visibility into how costs are generated across individual overburden removal activities. As a result, operational changes may be reflected in planning assumptions, but their cost implications remain difficult to interpret at the activity level and are therefore less informative for managerial decision-making. The results show that Plan B consistently generates a lower overburden removal unit cost than Plan A throughout the planning period. This difference is driven primarily by the overburden hauling component, while the other cost components remain broadly unchanged. Thus, Plan B is not more efficient because all activities become less costly, but because its hauling configuration is more efficient and directly reduces the most influential cost component in the comparison. The same pattern is reflected in the projected business results. Because revenue assumptions remain unchanged across both scenarios, the lower cost structure under Plan B results in a more favorable projected margin and profit outcome. The threshold-based assessment further indicates that Plan B can absorb a limited additional cost penalty before its total overburden removal cost converges with that of Plan A.</p> Muhammad Izhar Yusran, Eneng Nur Hasanah Copyright (c) 2026 Muhammad Izhar Yusran, Eneng Nur Hasanah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3857 Sat, 12 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pemeringkatan Dinamis Adaptif Kinerja Jaringan Internet Menggunakan QoS yang Berubah Seiring Waktu dan Entropy-AHP-TOPSIS https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3867 <p>Sebagian besar penelitian terdahulu mengevaluasi <em>Quality of Service</em> (QoS) jaringan internet secara statis menggunakan nilai rata-rata parameter jaringan atau menerapkan metode <em>Multi-Criteria Decision Making</em> (MCDM) seperti AHP-TOPSIS untuk menghasilkan satu peringkat akhir, pendekatan yang mengasumsikan bobot parameter tetap sepanjang periode pengamatan meskipun kondisi jaringan nyata bersifat dinamis. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, penelitian ini mengusulkan metode pemeringkatan dinamis adaptif kinerja jaringan internet yang mengintegrasikan analisis <em>time-varying QoS</em> dengan kerangka Entropy-AHP-TOPSIS, di mana AHP digunakan untuk memperoleh bobot subjektif awal berdasarkan penilaian pakar, Entropy digunakan untuk menghitung bobot objektif berdasarkan tingkat variasi informasi pada data QoS di setiap periode pengamatan, dan TOPSIS digunakan untuk melakukan pemeringkatan jaringan secara dinamis menggunakan bobot hybrid yang dihasilkan. Metodologi penelitian mengikuti pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan dataset longitudinal pengukuran QoS yang dikumpulkan dari dua penyedia layanan internet selama beberapa periode pengamatan, dengan implementasi komputasi dilakukan menggunakan Python di lingkungan Google Colaboratory. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Internet B secara konsisten mengungguli Internet A dengan mencapai persentase peringkat pertama sebesar 95,97% dan indeks stabilitas 0,8111, yang mengonfirmasi bahwa metode pemeringkatan dinamis yang diusulkan secara efektif menangkap fluktuasi QoS dan memberikan evaluasi kinerja yang lebih andal dan peka terhadap waktu dibandingkan pendekatan statis. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka MCDM adaptif baru yang memiliki implikasi praktis bagi administrator jaringan yang membutuhkan alat evaluasi kinerja yang responsif, sekaligus membangun landasan untuk memperluas pendekatan terintegrasi ini ke domain lain seperti komputasi awan, jaringan tepi, dan lingkungan IoT di mana penilaian QoS dinamis sama pentingnya.</p> Tumbuh Tumbuh, Agung Mulyo Widodo, Habibullah Akbar, Sandfreni Sandfreni Copyright (c) 2026 Tumbuh Tumbuh, Agung Mulyo Widodo, Habibullah Akbar, Sandfreni Sandfreni https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3867 Tue, 15 Sep 2026 00:00:00 +0000 Perlindungan Hak Asasi Manusia terhadap Pekerja Migran Indonesia dalam Perspektif Keimigrasian: Analisis Fenomena WNI Korban Scamming Kamboja https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3632 <p>Meningkatnya jumlah WNI yang menjadi korban sindikat penipuan daring di Kamboja mengindikasikan adanya celah serius dalam sistem perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memerlukan evaluasi menyeluruh sejak tahap pra-keberangkatan. Sebagai negara yang telah meratifikasi Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya, Indonesia memiliki kewajiban hukum untuk menjamin perlindungan pekerja migran pada tahap pra-kerja, saat bekerja, dan pasca-kerja. Dalam kerangka perlindungan administratif, Direktorat Jenderal Imigrasi selaku otoritas penerbit paspor memiliki peran sentral dalam perlindungan administratif PMI sebelum bekerja. Penerbitan paspor mencerminkan fungsi ganda keimigrasian, yaitu pelayanan publik dan keamanan negara melalui pengawasan administratif. Penelitian hukum normatif-empiris ini menggunakan pendekatan perundang-undangan dan perspektif hak asasi manusia untuk mengkaji fenomena WNI korban penipuan daring di Kamboja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa petugas imigrasi diharapkan memiliki sensitivitas tinggi terhadap indikasi perdagangan orang melalui modus perekrutan ilegal atau non-prosedural. Namun demikian, masih terdapat kendala signifikan, antara lain belum adanya peraturan khusus yang mengatur penerbitan paspor bagi PMI, pencabutan persyaratan surat rekomendasi kerja sebelumnya, serta keterbatasan administratif dalam menghadapi kompleksitas kejahatan transnasional terorganisir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiadaan kerangka hukum yang spesifik melemahkan efektivitas pengawasan keimigrasian sebagai upaya preventif terhadap perdagangan orang. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penyusunan regulasi khusus untuk penerbitan paspor bagi PMI, peningkatan pelatihan petugas imigrasi, serta penguatan koordinasi antarinstansi guna menjamin perlindungan hak asasi manusia bagi PMI secara komprehensif dari pra-keberangkatan hingga pasca-kepulangan.</p> Ayuni Wido Restuanti, Stella Marthina Makandolu Copyright (c) 2026 Ayuni Wido Restuanti, Stella Marthina Makandolu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3632 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Penggunaan Anime dalam Pembelajaran Menulis Teks Narasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Sawan https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3755 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan pembelajaran menulis teks narasi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan dengan bantuan anime, (2) hasil belajar menulis teks narasi siswa dengan menggunakan media anime, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi saat penerapan media anime dalam pembelajaran menulis teks narasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Sawan, sedangkan objek penelitiannya adalah hasil belajar menulis teks narasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai 90 (sangat baik) sebanyak 7 orang (21,9%), nilai 85 sebanyak 1 orang (3,13%), nilai 80 (baik) sebanyak 9 orang (28,13%), nilai 75 sebanyak 9 orang (28,13%), dan nilai 70 sebanyak 5 orang (15,6%). Satu orang siswa tidak hadir. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan anime dalam pembelajaran menulis teks narasi mampu meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat diterapkan secara efektif. Dengan demikian, penggunaan media anime sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh peneliti.</p> Putu Nilam Cahya Noviani, I Made Sutama , Ni Made Rai Wisudariani Copyright (c) 2026 Putu Nilam Cahya Noviani, I Made Sutama , Ni Made Rai Wisudariani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://cerdika.publikasiindonesia.id.solusipublish.com/index.php/cerdika/article/view/3755 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000